Irawan…Never Ending Story

January 17, 2006

Apakah Arti Sebuah Nama?

Filed under: Apakah? — irawankosasih @ 1:48 am

Iseng-iseng browsing cari-cari artikel tentang keberatan nama, maksudnya orang yang sakit-sakitan karena arti namanya tidak cocok dengan auranya. Mungkin arti namanya terlalu bagus jadi keberatan, akibatnya orang tersebut jadi suka sakit-sakitan, sering sial dsb, percaya ngga percaya deh. Tapi sejujurnya…jadi tersugesti juga sih.

Nah kalo gitu ayo kita itung-itungan nama ala Jawa. Ini artikelnya, diambil tanpa pamit, punten yah sama yang punya artikel :) . Tapi ngga tau ya, ada efeknya ga ya sama orang yang namanya bukan nama Jawa atau bukan orang Jawa. Wallahu’alam.

Baik-buruknya nama, menurut perhitungan Jawa (neptu), didasarkan pada susunan aksara Jawa (ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, pa, dha, ja, ya, nya, ma, ga, ba, tha, nga). Setiap aksara diasumsikan memiliki nilai berbeda. Ha, da, pa, ma, masing-masing dinilai 1. Na, ta, dha, ga, nilainya 2. Ca, sa, ja, ba = 3. Ra, wa, ya, tha = 4. Ka, la, nya, nga = 5.

Angka-angka itu kemudian dipakai untuk menghitung nilai total dari nama seseorang yang dijumlahkan dari nilai setiap penggalan suku kata. Contoh, nilai keseluruhan nama Susanto adalah Su (sa=3) + san (sa=3) + to (ta=2) = 8.

Nilai total dari nama itu selanjutnya diproyeksikan pada lima unsur yang menunjukkan “cocok tidaknya nama”, yang meliputi lima unsur, “Sri”, “Lungguh”, “Gedhong”, “Loro”, “Pati”. Menghitungnya dimulai dari satu (Sri), dua (Lungguh), tiga (Gedhong), empat (Loro), dan lima (Pati). Setiap habis kelipatan lima, hitungan kembali dimulai dari angka satu (Sri) sampai lima (Pati), begitu seterusnya. Misal, nilai nama Susanto = 8, dihitung mulai dari satu (Sri), dua (Lungguh), tiga (Gedhong), empat (Loro), lima (Pati), enam (Sri), tujuh (Lungguh), delapan (Gedhong).

Jadi, nama Susanto (dengan angka total 8 ), jatuh pada unsur “Gedhong”. “Artinya, insya Allah, kelak si pemilik nama itu akan bergelimangan harta dalam hidupnya,” jelas Iin SP.

Menurut tradisi Jawa, unsur “Sri”, “Lungguh”, dan “Gedhong” dianggap mewakili unsur kecocokan nama. Sebaliknya kalau jatuh pada unsur “Loro” dan “Pati”, nama itu dianggap tidak cocok bagi yang bersangkutan.

Kelima unsur itu masing-masing memiliki arti konotasi yang berbeda. “Sri” memiliki arti yang positif (bahagia, kemakmuran, keberuntungan, mulia, dan sukses segalanya). Juga “Lungguh” dan “Gedhong” mengandung arti yang positif, yakni baik dalam kedudukan (jabatan) dan ekonomi (harta), tapi biasanya masih ada kekurangan di sisi lain, seperti sakit, rumah tangga diselilingi cekcok atau kurang harmonis. Sebaliknya unsur “Loro” dan “Pati” punya konotasi negatif. Unsur “Loro” menggambarkan hidup tersendat-sendat, sakit-sakitan, kurang mujur, banyak sial, banyak menderita. Unsur “Pati” menyimpan makna umur yang pendek.

Dalam perhitungan nama ala Jawa, huruf hidup (A, I, U, E, O) yang berdiri sendiri tidak ikut dihitung atau diabaikan (nilainya = nol). Misalnya, cara perhitungan nama Hariyanto berbeda dengan Ariyanto. Kalau Hariyanto = Ha(ha=1) + ri(ra=4) + yan(ya=4) + to(ta=2) = 11 (unsurnya Sri). Ariyanto = A(diabaikan=0) + ri(ra=4) + yan(ya=4) + to(ta=2) = 10 (unsurnya Pati).

Kalo gitu…

Irawan Septiana Kosasih = Ra-Wa Sa-Ta-Na Ka-Sa-Sa = 26 = SRI !!! (bahagia, kemakmuran, keberuntungan, mulia, dan sukses segalanya). Amin Amin Amin Amin Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin. ;)

January 13, 2006

Apakah Kecantikan itu…?

Filed under: Apakah? — irawankosasih @ 4:16 am

Dari abad ke X, terdapat persepsi bahwa simbol kecantikan wanita itu terbagi atas 4 macam, antara lain.

1. Kecantikan yang klasik, anggun dan Intelektual.

Wanita tipe ini biasaya tidak mempunyai warna kecantikan yang menonjol, namun biasanya dari pancaran matanya serta dari gerak lekuk tubuhnya yang luwes dan penuh kelembutan akan memberikan ketenangan bagi yang berdekatan dengannya. Sehingga mereka digambarkan seolah-olah rapuh dan ringkih, padahal tidak begitu sebenarnya.

2. Kecantikan yang bersifat melindungi, memberikan ketenangan, rasa aman dan kasih seperti seorang ibu kepada anaknya.

Tipe ini digambarkan sebagai wanita yang lembut, dan biasanya juga tidak cantik sekali, namun wajahnya tampak sabar (santha) dengan pandangan mata teduh dan badan agak tambun, mempunyai buah dada besar, pinggul dan pinggang lebar namun menunjukkan adanya kekuatan.

3. Kecantikan yang bersifat agresif (dalam pengertian positif)

Tipe yang menarik dan mungkin sebagai gambaran watak dan sikap remaja-remaja saat ini, mereka tidak hanya mau menerima namun juga mampu mengambil sikap dan tindakan yang tegas. Mereka digambarkan mempunyai bentuk badan dengan lekuk-lekuk sempurna (bak gitar spanyol) luwes namun berotot juga seringkali digambarkan bersikap dinamis tanpa menunjukkan sikap kejam dan semena-mena, berwajah cantik, menunjukkan kecerdasan dari bentuk mata serta pandangannya dan menunjukkan kematangan jiwanya.

4. Kecantikan yang bersifat serba kaku, keras kepala, menunjukkan ke-aku-an yang menonjol, bahkan dalam gerakannya terlihat keinginan untuk diperhatikan.

Tipe ini nampak garang dan terkesan tidak bisa menyembunyikan apa yang tengah dialami, namun justru inilah daya tariknya.

Which one do you think you are ladies?

Diambil dari tulisan Endang Prasanti yang bersumber dari buku Nawasari Warta.

Blog at WordPress.com.