When was the last time you spent a week without a problem?
I am affraid that question isn’t so easy to answer.
Banyak cobaan hidup yang harus dijalani dengan pengendalian diri tinggi serta dukungan dari orang-orang terdekat. Mulai Dra Hastaning Sakti yang kehilangan kandungannya sampai Indonesia yang punya masalah bejibun ngga abis-abis. Walaupun semua orang pasti mencoba langkah mengendalikan diri dalam menghadapi cobaan hidup, tak sedikit pula manusia yang memilih untuk melakukan tindakan memusnahkan diri sendiri.
Menjadi menarik jika saya bilang bahwa tidak ada masalah yang besar. Kenapa? itu semua tergantung bagaimana cara saya melihat masalah tersebut, kalau saya memutuskan melihat masalah sedangkan saya sendiri berada dalam lingkaran masalah itu, pastilah saya akan “dihajar” habis-habisan oleh masalah tsb. Jadi langkah pertama yang saya ambil adalah keluar dari lingkaran masalah itu, bukan berarti melarikan diri tetapi mencari angle yang tepat supaya view saya terhadap masalah tidak sempit dan menghindarkan komplikasi dengan masalah lain. So…jika ada masalah saya cenderung men-”zoom out” masalah untuk menemukan angle yang tepat bagi otak saya buat berpikir jernih.
Bagaimana angle yang tepat itu?
Pernah suatu saat saya menghadapi masalah yang sangat berat (saya yakin semua orang juga pernah, dngan versi sendiri”). Saya coba mencari pemikiran” yang tepat untuk masalah ini. Hingga pada suatu titik jenuh yang sudah menghabiskan begitu banyak energi berpikir, saya kembali evaluasi…apakah benar masalah saya sudah selesai? ternyata tidak, karena menghadapi masalah membutuhkan kesabaran tingkat tinggi dan kesabaran itu membutuhkan hati yang ikhlas.
Kemudian saya menarik diri sejenak dari masalah tersebut, saya tidak melupakannya tetapi saya juga tidak memenuhi pikiran saya dengan masalah tsb. Lalu saya berpikir bagaimana hati yang ikhlas itu? Kemudian saya mengadu kepada Allah, saya bersujud, saya menangis, saya berlutut tak berdaya dihadapan Illahi memohon ditunjukkan hati yang ikhlas. Kemudian apa yang terjadi? Nothing happened!!!, masalah saya tetap ada. Tetapi satu yang saya rasakan sangat berbeda…
Saya tidak lagi merasa lelah, saya tidak menemukan perasaan putus asa, walaupun the problem not solved yet. Karena saya merasa Allah sedang menatap hambanya yang berusaha dan berdoa.
Ya berusaha dan berdoa, kata-kata yang sangat populer, tetapi kadang kita belum memahami sepenuhnya apa efek yang ditimbulkan oleh kedua kata sederhana itu.
Merasa lemah dihadapan Allah menimbulkan rasa ketergantungan yang tinggi kepadaNya, Lemah dan Tergantung, dua kata negatif ini menghasilkan keikhlasan hati yang akan menimbulkan Power of God for solving the problems.